Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi Terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi Terjemahan. Tampilkan semua postingan

al-Rāghib al-Iṣfahānī | KEJADIAN DAN KEBAHAGIAAN

Mei 03, 2026
•

 


KEJADIAN dan KEBAHAGIAAN
Penulis: al-Rāghib al-Iṣfahānī
Penerjemah: Ade Arieska
14.8 cm × 21 cm | xiv + 220 hlm.
Cinzel Decorative, Times New Roman

[...] Judul kitab ini sendiri sudah merupakan sebuah pernyataan.
Tafṣīl al-Nashʾatayn, penjelasan terurai tentang dua kejadian:
kejadian pertama di dunia dan kejadian kedua di akhirat, Taḥṣīl
al-Saʿādatayn, pencapaian dua kebahagiaan: kebahagiaan di
dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dengan judul ini al-Iṣfahānī
telah menegaskan sejak awal bahwa ia berbicara tentang keseluruhan
ḥayāh dan keseluruhan ḥayāh itu hanya bermakna
apabila dipandang secara utuh, tidak dipotong di tengah-tengah,
tidak diputus hubungannya antara asal dan tujuan. [...]



Rene Guenon, Timur & Barat

Januari 13, 2026
•

 

Penerjemah : Syihabul Furqon

Penyunting : Nursya’aadah

Penyelaras : Erna Yulianti


13x20 cm

xv + 212 hlm

ISBN : ...

Kami sangat menyadari bahwa pandangan yang kami kemukakan akan menghadapi banyak penentang, karena pandangan tersebut bertentangan dengan semua anggapan umum dunia modern. Tetapi kami tidak menulis untuk khalayak luas; kami menulis untuk mereka yang mampu berpikir mandiri, dan yang tidak takut menghadapi kebenaran, betapapun tidak menyenangkan kebenaran itu. --Rene Guenon


Ibn Sina : Kitab Penyembuhan Ilahiah

Oktober 19, 2023
•
Judul :  Kitab Penyembuhan Ilahiah 
Penulis : Ibn Sina
Penerjemah : Syihabul Furqon
ISBN : -
Harga : IDR 100.000,- 

PESAN SEKARANG?
>> KLIK DISINI <<

KITAB PENYEMBUHAN (As-Syifa’/Sufficientia), Ibn Sina (Avicenna): Ilahiah (Metafisika), merupakan kitab magnum opus dalam domain filsafat Islam Peripatetik. Ditulis oleh Seikh Rais dengan corak integrasi pelbagai doktrin hikmah/falsafah (philosophia) dalam arti tradisionalnya. Sebagaimana dalam tradisi filsafat tradisional yang berakar pada nubuat, kitab ini memberikan isbat yang mengikat dengan nuansa proposisi ketat distingsi antara kutub-kutub domain Wujud Wajib dan Wujud Mungkin. Bagaimana Yang Wajib niscaya Esa (Singular), dan bagaimana darinya melimpah Maujudat (eksisten-eksisten) dalam drama kosmik penurunan bertahap dengan seluruh had, daya, akal, serta jiwa sampai pada titik tolak kembali dalam kenaikan bertahap melalui poros gravitasi cinta dan kerinduan atas Yang Sempurna lagi Wajib. Dengan cara saksama juga diterangkan isbat atas nubuat, sekaligus sebagai isyarat bahwa untuk mencapai Yang Metafisis sang metafisikus  (arif/gnostikus) dibebani oleh limitasi dan hanya saluran tradisilah yang dapat menghubungkan antara Yang Metafisis dan metafisikus vice versa.

Untuk mendapatkan buku ini, silahkan pesan dengan mengklik tombol dibawah atau tombol diatas, Terima Kasih.


Ibn Sina Isyarat dan Perhatian : Fisika

Oktober 18, 2023
•
Judul :  Ibn Sina Isyarat dan Perhatian : Fisika
Penerjemah : Syihabul Furqon
ISBN : 9786239493264
Harga : IDR 100.000,- 

PESAN SEKARANG?
>> KLIK DISINI <<

SEJUMLAH orang percaya bahwa setiap wadag memiliki sambungan (dalam kasus tubuh manusia ini berarti persendian/penghubung) yang menyatukan bagian-bagian yang bukan wadag melainkan yang darinya wadag tersusun. Mereka juga mengklaim bahwa bagian-bagian yang demikian itu tidak menerima pembagian entah dengan patahan, dengan potongan, dengan pengandaian, atau dengan hipotesis, dan bahwa bagian-bagian itu berada di tengah-tengah pengelompokan yang mencegah dua (kutub) ekstrem dari kontak (satu sam alain) (h. 153).

Mereka tidak tahu bahwa jika (bagian) perantara itu demikian, masing-masing dari dua ekstrem menerima (h.154) darinya sesuatu selain yang diterima oleh yang lain, dan tidak satu pun darinya menerima bagian penghubung itu seluruhnya. Jika seseorang membiarkan salah satu dari dua ekstrem bergabung dengan pusatnya, sehingga (hanya) akan ada satu hal saja dalam tempat dan ruang--atau sebut saja sesuka anda--bahwa ekstrem itu tidak selain memasuki pusat (h. 155); dengan demikian menghadapi yang tidak dapat dihadapi (sebelum penetrasinya). Kuantitas yang diterimanya adalah selain (yang diterimanya pada) perjumpaan yang diasumsikan dari penggabungan (h. 156). Pertemuan yang diasumsikan dari penggabungan meniscayakan pertemuan dengan pusat yang juga pertemuan dengan (bilah) ekstrem lain, karena pusat bertemu dengannya (bilah ekstrem), dan posisinya tidak dibedakan (dari ekstrem lainnya) (h. 157), karena tidak ada ruang kosong (kekosongan) pada pertemuan (dengannya). Di titik itu tidak ada pengelompokan, tidak ada penengah, tidak ada ekstrem, dan tidak ada penambahan volume. Bila salah satu hal ini terjadi, tidak ada yang terjadi saat menjumpai keseluruhan dalam penggabungan yang diasumsikan terjadi. Sebaliknya, akan terjadi kekosongan dan apa yang dijumpai akan dipilah (h. 158).

Untuk mendapatkan buku ini, silahkan pesan dengan mengklik tombol dibawah atau tombol diatas, Terima Kasih.


Ibn Sina Isyarat dan Perhatian : Logika

Oktober 18, 2023
•
Judul :  Ibn Sina Isyarat dan Perhatian : Logika
Penerjemah : Syihabul Furqon
ISBN : 9786239493264
Harga : IDR 100.000,- 

PESAN SEKARANG?
>> KLIK DISINI <<

FUNGSI LOGIKA adalah untuk memberikan manusia alat baku yang bila diarahkan dapat menjaganya dari kesalahan berpikir.

Yang saya maksud dengan "berpikir" di sini adalah apa yang dimiliki manusia, untuk penyelesaian, untuk beranjak dari hal-hal yang ada dalam pikirannya—konsepsi atau pembenaran (baik ilmiah, berdasarkan pendapat atau postulat dan telah dipercayai)—ke hal-hal yang tidak ada padanya.

Peralihan (gerakan) ini pasti memiliki susunan dan bentuk dalam elemen-elemen yang ditanganinya. Seperti susunan dan bentuk tersebut bisa jadi terdapat dalam cara yang valid atau tidak valid.

Seringkali cara yang tidak valid menyerupai yang valid, atau memberikan kesan bahwa ia menyerupainya.

Jadi, logika adalah ilmu yang dengannya seseorang mempelajari jenis-jenis gerakan dari unsur-unsur yang diwujudkan dalam pikiran manusia pada mereka yang mencari realisasinya, keadaan unsur-unsur ini, jumlah jenis-jenis susunan dan bentuk dalam pergerakan pikiran yang berlangsung secara valid dan jenis-jenis yang tidak valid.

Untuk mendapatkan buku ini, silahkan pesan dengan mengklik tombol dibawah atau tombol diatas, Terima Kasih.


Ibn Sina dan Perhatian : Metafisika

Oktober 17, 2023
•
IBN SINA ISYARAT DAN PERHATIAN: METAFISIKA
Judul :  IBN SINA ISYARAT DAN PERHATIAN: METAFISIKA
Penerjemah : Syihabul Furqon
ISBN : 9786239725853
Harga : IDR 100.000,- 

PESAN SEKARANG?
>> KLIK DISINI <<

HARUS anda ketahui bahwa imajinasi [sejumlah] orang dapat dikalahkan oleh [pendapat] bahwa keberadaan itu terindra, bahwa keberadaan yang substansinya tidak ditangkap oleh indera dianggap mustahil, dan apa yang dengan sendirinya tidak ditentukan [koordinatnya] oleh ruang atau posisi, seperti wadag, atau dengan penyebab di mana ia berada [secara fisik], seperti keadaan-keadaan wadag, tidak memiliki kesempatan untuk ada.

Adalah mungkin bagi anda untuk merenungkan yang indrawi dan belajar dari kesalahan pernyataan orang-orang seperti itu; karena anda dan dia yang dipanggil tahu bahwa satu nama mungkin berlaku untuk [hal-hal] yang indrawi ini (h. 8), bukan dengan cara homonim murni, melainkan sejalan dengan makna yang sama, seperti nama manusia. Tidak satu pun dari anda meragukan bahwa nama ini berlaku untuk Zayd dan Umar, dalam arti sebenarnya yang sama-sama ada (maujud). 

Dan makna itu ada, tak luput. Baik yang dapat ditangkap oleh indera atau tidak. Jika jauh dari jangkauan indera, maka penyelidikan kami telah mengeluarkan apa yang tidak terindra dari hal-hal yang terindra. Dan ini yang paling mencengangkan! Sebaliknya, jika itu terindra, maka tidak boleh tidak ia harus memiliki posisi, tempat, kuantitas tertentu, dan kualitas tertentu. Hal itu tidak dapat dirasakan atau dibayangkan kecuali seperti itu (h. 9); sebab tiap-tiap objek indrawi [materil] dan tiap-tiap objek yang dibayangkan tidak boleh tidak harus ditentukan oleh sesuatu dari keadaan ini. Jika demikian halnya, maka  tidak akan sesuai dengan yang tidak dalam keadaan demikian dan dengan demikian tidak akan disebutkan banyak hal yang berbeda dalam keadaan-keadaan itu.

Oleh karena itu, manusia, sejauh realitasnya adalah satu, lebih tepatnya karena realitas primernya tidak memiliki multiplisitas yang beragam, tidak terindra, namun murni dapat dipahami.  Hal yang sama berlaku untuk setiap yang universal.

Untuk mendapatkan buku ini, silahkan pesan dengan mengklik tombol dibawah atau tombol diatas, Terima Kasih.


 
Copyright © Penerbit YAD. Designed by OddThemes