AGAMA DAN PERUBAHAN IKLIM
Penulis : Budhy Munawar-Rachman
Penyunting : Mochamad Ziaul Haq
Tata Letak : Syihabul Furqon
ISBN : xxxxx
17 x 25 cm
xii + 888 hlm
Sumedang, 2026
peran agama dan filsafat yang paling berharga adalah memampukan kita bermimpi dan bekerja secara bersamaan. Agama menjaga api makna, mengapa bertahan di batas 1,5°C itu penting, bukan hanya rasional tetapi juga benar; filsafat menjaga pisau analisis, apakah cara yang kita pilih konsisten, adil, dan berpijak pada fakta. Keduanya, bila saling menyimak dengan rendah hati, dapat memberi bahasa dan nyali untuk menolak fatalisme, dan menempuh jalan panjang perubahan dari “diri yang sempit” menuju “diri yang memuat dunia”. Kita tidak sedang mencari kata-kata indah untuk menutupi kesulitan, melainkan kata-kata yang cukup kuat untuk menuntun tangan, mengubah anggaran, menggeser kebijakan, dan menata ulang kesenangan. Di ruang antara doa dan rancangan, antara kidung dan rancangan tata ruang, agama dan filsafat menyiapkan rumah, bukan bumi yang baru, melainkan manusia yang baru, yang tahu bahwa cukup itu indah, adil itu menenteramkan, dan harapan adalah kerja. “Harapan,” tulis seorang negarawan-penyair, “bukanlah keyakinan bahwa segala sesuatu akan berjalan baik, melainkan kepastian bahwa sesuatu itu bermakna, apa pun hasilnya.” Di era iklim yang berubah, itulah stamina moral yang kita perlukan untuk terus memelihara rumah, dengan tangan yang bekerja dan hati yang berdoa.


Posting Komentar