KAFFAH MASTATHA’TUM:
“Jikapun tidak bisa bersatu, kita masih bisa bersama”
K.H. Ahmad Djuanda, M.H
Penyunting : Jiana Ikmal Ma’asy, Lc; Didin Nuriana, M.Pd;
Dr. Syihabul Furqon
Unesco | 15x23
xii + 247
Umat Islam Indonesia adalah mayoritas tunggal, tetapi kerap menjadi beban pembangunan. Mengapa? Buku ini menjawab dari akarnya: selama umat sibuk saling menyesatkan dalam perkara khilafiyah, kekuatan terbesarnya habis ke dalam.
Ditulis oleh seorang pembelajar yang menolak disebut ahli, buku ini membalik urutan yang lazim. Ia berangkat dari ihsan, yakni akhlak dan peradaban sebagai ruang universalitas Islam, lalu rukun Islam dan rukun iman, dan berujung pada dua bab yang jarang disentuh buku keislaman populer: rancangan baitulmal infak fi sabilillah dengan disiplin faridhah seperdelapan, serta politik kekuasaan sebagai medan perjuangan umat di negara demokrasi.
Kekuatannya ada pada dua hal. Gagasan besar disampaikan lewat ilustrasi yang dekat dengan pembaca, dari durian sampai wasit sepak bola. Dan setiap kutipan dapat ditelusuri melalui ratusan catatan kaki berisi takhrij hadis lengkap dengan perawi dan nomornya. Ia ditujukan bagi pembaca yang lelah oleh perdebatan tak berujung.
Buku Islam Kaaffah Mastatho’tum membawa kita pada satu titik simpul: Jika kita tidak bisa bersatu, kita masih bisa bersama.
Selamat membaca


Posting Komentar